Lampion : Gunakan Aksesoris Oriental, Media Dakwah Warga Tiongho

Di tengah menjamurnya sejumlah grup nasyid di tanah air. Terdapat kelompok nasyid yang cukup unik lantaran semua personelnya berasal dari etnis Tionghoa muslim. LANTUNAN syair pujian bernafaskan Islam lirih terdengar dari salah satu ruangan di rumah di Jalan Raya Tengah, Jakarta Timur. Rumah sederhana itu memang disulap sebagai kantor sekaligus studio berlatihnya 5 pria bersuara merdu itu.

Performanya sedikit berbeda dari orang Indonesia umumnya. Kulit kelima pria itu berkulit putih. Matanya terlihat sedikit sipit. Bentuk wajah pun khas oriental. Kesan mencolok dari ‘bukan’ orang Indonesia itu terlihat dari busana yang dikenakannya. Mereka tak mengenakan pakaian nasyid yang biasa. Yakni baju koko muslim. Tapi berbusana mirip pendekar film-film Tiongkok. ”Ini sedikit dari identitas kami, grup nasyid Lampion. Mengenakan busana Shanghai,” ucap pentolan grup nasyid Lampion, Kelvin Ikhawan Tanudjaja kepada INDOPOS belum lama ini. Dia mengaku semua personel Lampion keturunan Tionghoa. Berdarah murni bangsa China. Hanya saja lahir dan besar di Indonesia.

Tak itu saja, Kelvin juga memastikan semua personelnya adalah muslim. Ada diantarnya yang merupakan mualaf. Sedangkan lainnya muslim dari lingkungan keluarga. ”Saya lahir dan besar di Jakarta. Orangtua dan keluarga muslim asli Tionghoa,” jelas Kelvin juga. Grup nasyid ini, terang dia juga, memang berbasiskan para mualaf dan muslim Tionghoa. Dengan bekal itu namanya memilih atribut yang berdekatan citra Tionghoa, yakni Lampion. Tak harus mengambil nama berbau Islam.

Tetapi lebih memilih nama kelompok berdekatan dengan budaya. ”Kalau ingat lampion, pasti identik dengan komunitas China,” terang almunus Universitas Trisakti ini. Secara historis, dia mengaku terbentuknya Lampion bukan sebagai peniruan terhadap tren musik. Tetapi lebih sebagai media kegiatan para remaja muslim Tionghoa. Awalnya, tegas dia juga, kegiatan remaja muslim Tionghoa ini bergabung di remaja Masjid Lau Tse. Namun secara perlahan menempatkan kemandirian. Hingga terpisah dari kegiatan masjid. ”Dari sanalah kami terus mengembangkan diri. Berusaha lebih baik tanpa terjebak dalam tren musik Islam,” pungkasnya.

Meskipun, Kelvin menuturkan pengalaman dan ilmu bernyanyi diperoleh dari kelompok nasyid senior, Qatrunada. Dengan menggali segala potensi dan dorongan lingkungan. ”Lahirlah nama Lampion pada 10 Nopember 1997,” tegasnya. Pada pertengahan 2005, Kelvin album perdana kelompok ini muncul. Dengan mengusung semangat ajaran Islam, lagu-lagu bersyairkan nilai-nilai keislaman ditawarkan pada masyarakat. ”Kami membentuk Lampion bukan untuk popularitas. Tapi sebagai media dakwah Islam terutama etnis Tionghoa,” terangnya. (bersambung)

Profil

LAMPION adalah nama sebuah grup nasyid yang berdiri di Jakarta pada tanggal 10 November 1997. Nama LAMPION yang dipakai grup nasyid ini diambil dari nama lampu penerang dalam kebudayaan Cina.Ibarat lampu yang menjadi penerang dalam kegelapan, tersiratlah sebuah harapan dari grup Nasyid LAMPION untuk menjadi penerang jalan menuju ALLAH melalui jalur seni budaya khususnya nasyid.

Nama LAMPION sendiri dipilih karena ingin memberikan suatu nuansa baru dalam seni budaya Islam khususnya nasyid dengan memberi sentuhan Etnis Tionghoa dalam persembahannya. Selain itu nama LAMPION memang menunjukkan identitas para personil grup nasyid ini yang sebagiannya adalah muslim keturunan Tionghoa. Jadi hadirnya grup Nasyid LAMPION ini lebih menambah lagi khazanah seni budaya Islam dengan nuansa Etnis Tionghoa dalam performancenya.

Grup Nasyid LAMPION telah mengeluarkan sebuah album nasyid pada bulan Maret 2005. Album perdana grup Nasyid LAMPION ini berjudul “Baiknya Tuhan”

Saat ini,Grup nasyid lampion bernaung dibawah yayasan MUSLIM TIONGHOA & KELUARGA ( MUSTIKA ) yang dibina oleh : Bapak.H.Syarief Tanudjaja SH.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: